Selamat Datang di Blog PuJi ALe (Pilihan Tepat Mencari Tiket Pesawat Murah / Promo) Garuda/Citilink, Lion/Wings/Batik/Malindo, Merpati, Sriwijaya/Nam, Kalstar, Tiger/Mandala, AirAsia, Sky Aviation, Xpress Air & Trigana
Showing posts with label Jaringan. Show all posts
Showing posts with label Jaringan. Show all posts

Menjadikan Laptop Sebagai Hotspot Untuk Mobile

Posted Image

Connectify is a free and easy to use software router for Windows 7
computers. With Connectify, users can wirelessly share any Internet
connection: a cable modem, a cellular card, or even another Wi-Fi
network. Other Wi-Fi enabled devices including laptops, smart phones,
music players, and gaming systems can see and join your Connectify
hotspot just like any other Wi-Fi access point and are kept safe and
secure by password-protected WPA2 Encryption.

Download Link :
http://www.ziddu.com/download/9733243/ConnectifyInstaller.exe.html




Setelah diinstall jalankan program lihat menu di pojok kanan bawah, Seperti ini :



Posted Image

Sharing Fastnet atau Speedy dengan Router Wireless

Jika anda berlangganan Fastnet dari Firstmedia atau Speedy-nya Telkom pasti mengatakan tidak bisa, mungkin karena tidak tahu atau agar alatnya supaya laku. Untuk mensharenya tidak begitu sulit

Untuk membuat jaringan wifi hotspot di rumah dengan fastnet atau speedy anda membutuhkan:

  1. Wireless Router; fungsinya adalah membagi koneksi dari modem fastnet/speedy ke beberapa koneksi baru. Istilah jaringannya adalah NAT (Network Address Translation). Wireless router ini merknya macam-macam, ada LinkSys, TP-Link, D-Link, SMC, dan lain-lain. Apapun merknya yang penting nggak masalah karena cuma buat di dalam rumah yang jaraknya tidak terlalu jauh.
  2. Dua buah kabel UTP dengan krimpingan straight anda bisa membeli yang sudah jadi atau minta dibuatkan di toko komputer. Bilang aja minta buatin 2 kabel straight. Panjangnya masing-masing tergantung dari letak wireless router dan modem fastnet/speedy.

Cara men-setup wireless router juga cukup mudah. Wireless Router memiliki 3 interface.

Typical Wireless Router Interface

  1. WAN atau Wide Area Network berguna untuk menghubungkan router dengan dunia luar alias internet. Wireless router standar memiliki 1 buah koneksi WAN.
  2. LAN atau Local Area Network berguna untuk menghubungkan jaringan lokal atau PC yang ingin terhubung menggunakan kabel.
  3. WLAN atau Wireless Local Area Network berguna untuk menghubungkan jaringan lokal atau PC yang ingin terhubung menggunakan wireless atau nirkabel.

Install kabel seperti berikut ini:

  1. Konek salah satu ujung kabel straight yang telah anda buat atau anda beli tadi ke port WAN di wireless router dan ujung lainnya ke modem fastnet/speedy.
  2. Kabel yang ke dua, Konek di salah satu ujungnya ke salah satu port LAN dan ujung lainnya ke PC/Laptop. Kenapa pakai kabel? Koneksi kabel ini berguna untuk setup dan troubleshooting.
  3. Jangan lupa pasang adaptornya.
  4. Persiapan kabel telah siap selanjutnya tinggal men-setup wireless router.

Cara men-setup wireless router tentu saja berbeda-beda antara merk yang satu dengan yang lainnya. Tapi secara umum settingan jaringannya adalah seperti ini:

  1. Konfigurasikan WAN menjadi Dynamic IP address atau DHCP. Jadi IP address di port WAN akan secara otomatis terbentuk. IP ini asalnya dari ISP (Speedy/Fastnet).
  2. Konfigurasikan LAN dengan IP sesuai keinginan anda. Tentu saja IP lokal atau kelas C. Misalnya 192.168.2.1. Atau jika anda malas biarkan saja IP LAN di default, biasanya 192.168.1.1 (tergantung merk wireless routernya).
  3. Konfigurasikan DHCP untuk kira-kira 5 – 6 klien (berarti 5 – 6 PC/laptop bisa ikut konek baik itu dengan kabel maupun nirkabel). DHCP ini bertugas memberikan IP ke alat (PC/laptop/PDA/Berry berry) yang konek ke wireless router. Buatlah pool dengan range misalnya: 192.168.1.100 hingga 192.168.1.106. Jadi nanti laptop/PC yang konek akan menempati salah satu IP diantara 192.168.1.100 dan 192.168.1.106.
  4. Testlah koneksi internet anda dengan laptop. Pastikan konfigurasi IP di laptop anda menjadi Automatic atau biasanya teknisi speedy menyebutnya “obtain“.

Domain Name System

Sejarah DNS

Sebelum dipergunakannya DNS, jaringan komputer menggunakan HOSTS files yang berisi informasi dari nama komputer dan IP address-nya. Di Internet, file ini dikelola secara terpusat dan di setiap loaksi harus di copy versi terbaru dari HOSTS files, dari sini bisa dibayangkan betapa repotnya jika ada penambahan 1 komputer di jaringan, maka kita harus copy versi terbaru file ini ke setiap lokasi. Dengan makin meluasnya jaringan internet, hal ini makin merepotkan, akhirnya dibuatkan sebuah solusi dimana DNS di desain menggantikan fungsi HOSTS files, dengan kelebihan unlimited database size, dan performace yang baik. DNS adalah sebuah aplikasi services di Internet yang menerjemahkan sebuah domain name ke IP address. Sebagai contoh, www untuk penggunaan di Internet, lalu diketikan nama domain, misalnya: yahoo.com maka akan di petakan ke sebuah IP mis 202.68.0.134. Jadi DNS dapat di analogikan pada pemakaian buku telepon, dimana orang yang kita kenal berdasarkan nama untuk menghubunginya kita harus memutar nomor telepon di pesawat telepon. Sama persis, host komputer mengirimkan queries berupa nama komputer dan domain name server ke DNS, lalu oleh DNS dipetakan ke IP address.

Domain Name System (DNS)

Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address.

Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet, dimana DNS memiliki keunggulan seperti:

  1. Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkanuntuk mengingat IP address sebuah komputer cukup host name (nama Komputer).
  2. Konsisten, IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name tidak berubah.
  3. Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun di Intranet.

Struktur DNS

Domain Name Space merupakan sebuah hirarki pengelompokan domain berdasarkan nama, yang terbagi menjadi beberapa bagian diantaranya :

Root-Level Domains
Domain ditentukan berdasarkan tingkatan kemampuan yang ada di struktur hirarki yang disebut dengan level. Level paling atas di hirarki disebut dengan root domain. Root domain di ekspresikan berdasarkan periode dimana lambang untuk root domain adalah (“.”).

Top-Level Domains

Pada bagian dibawah ini adalah contoh dari top-level domains:

- com Organisasi Komersial
- edu Institusi pendidikan atau universitas
- org Organisasi non-profit
- net Networks (backbone Internet)
- gov Organisasi pemerintah non militer
- mil Organisasi pemerintah militer
- num No telpon
- arpa Reverse DNS
- xx dua-huruf untuk kode negara (id:Indonesia,sg:singapura,au:australia,dll)

Top-level domains dapat berisi second-level domains dan hosts.

Second-Level Domains

Second-level domains dapat berisi host dan domain lain, yang disebut dengan subdomain. Untuk contoh: Domain Bujangan, bujangan.com terdapat komputer (host) seperti server1.bujangan.com dan subdomain training. bujangan.com. Subdomain training.bujangan.com juga terdapat komputer (host) seperti client1.training.bujangan.com.

Host Names

Domain name yang digunakan dengan host name akan menciptakan fully qualified domain name (FQDN) untuk setiap komputer. Sebagai contoh, jika terdapat fileserver1.detik.com, dimana fileserver1 adalah host name dan detik.com adalah domain name.

Bagaimana DNS itu bekerja?

Fungsi dari DNS adalah menerjemahkan nama komputer ke IP address (memetakan). Client DNS disebut dengan resolvers dan DNS server disebut dengan name servers. Resolvers atau client mengirimkan permintaan ke name server berupa queries. Name server akan memproses dengan cara mencek ke local database DNS, menghubungi name server lainnya atau akan mengirimkan message failure jika ternyata permintaan dari client tidak ditemukan.

Proses tersebut disebut dengan Forward Lookup Query, yaitu permintaan dari client dengan cara memetakan nama komputer (host) ke IP address.

  1. Resolvers mengirimkan queries ke name server
  2. Name server mencek ke local database, atau menghubungi name server lainnya, jika ditemukan akan diberitahukan ke resolvers jika tidak akan mengirimkan failure message
  3. Resolvers menghubungi host yang dituju dengan menggunakan IP address yang diberikan name server

Kesimpulan

DNS adalah hasil pengembangan dari metode pencarian host name terhadap IP address di Internet. Pada DNS client (resolver) mengirimkan queries ke Name Server (DNS). Name Server akan menerima permintaan dan memetakan nama komputer ke IP address Domain Name Space adalah pengelompokan secara hirarki yang terbagi atas root-level domains, top-level domains, second-level domains, dan host names.

Cara Setup dan Konfigurasi Router

Membeli sebuah router dapat memperbaiki kinerja jaringan rumah atau kantor kecil dan fungsionalitas. Anda tidak akan dengan mudah dapat berbagi akses Internet, mengatur protokol keamanan, dan yang paling penting, meletakkan hardware firewall antara Anda dan dari luar (Internet).

Artikel ini mencakup setup umum dari Router. Dan akan memperluas ke keamanan dan kemajuan routing.

Dengan asumsi Anda sudah membeli router nirkabel, Anda akan melihat sebuah perangkat yang memiliki satu atau dua antena mencuat dari belakang. Router akan memiliki beberapa lampu indikator, yang mungkin menunjukkan pengoperasian atau kegiatan ketika peralatan tersebut dinyalakan. Bagian belakang router terkoneksi ke WAN (modem akan plug ke sini) dan LAN port yang memberikan Anda kemampuan untuk plug ke komputer manapun yang terhubung dengan kabel Ethernet CAT5.

Setup Awal

Anda memerlukan kabel patch untuk pertama sekali login ke router. Menggunakan web browser, seperti IE, dengan mengetik http://192.168.1.1 dan tekan enter. Mudah-mudahan Anda akan mendapatkan layar login untuk router. Jika tidak, Anda mungkin perlu untuk mencoba alamat 192.168.0.1.

Router Anda muncul dengan login Standard, anda harus segera merubahnya sesuai dengan petunjuk dari buku roter yang anda beli. biasanya logon standard setiap router login dan paswordnya adalah admin.

Perlu DHCP atau Tidak

Salah satu parameter konfigurasi awal adalah apakah perlu untuk mengaktifkan DHCP. DHCP memungkinkan router untuk menangani alamat IP untuk semua komponen jaringan pada LAN Anda. Misalnya, ketika boot PC ke router pertama kali, hal itu akan mencari DHCP server, dan router Anda akan menjawab. Router akan menentukan alamat IP yang unik dan memberikan IP ke komputer untuk jumlah waktu tertentu. Setiap PC pada jaringan akan melakukan hal yang sama. Karena router tahu informasi unik tentang setiap komputer, tidak akan menetapkan IP yang sama untuk komputer lain.

SSID

Penting, dan yang paling sering diabaikan, adalah SSID yang harus disetel agar sesuai dengan nama workgroup dari semua PC di LAN. Jika tidak, Anda tidak akan dapat terhubung ke mesin lain atau Internet. Set SSID router untuk apa pun yang Anda inginkan, kemudian periksa setiap PC untuk mengubah PI (atau sering disebut sebagai Network Name) dengan mengklik kanan My Computer, lalu Properties, lalu Komputer Name. Kemudian klik Network ID dan kemudian tombol Change. Di bawah bagian Workgroup, ketik nama yang sama yang Anda lakukan untuk SSID router.

Reboot Komputer

Setelah anda mensetting ID network dengan mengubah workgroup dan nama komputer maka secara otomatis komputer anda akan reeboot untuk mensinkronisasikan jaringan ke router.

Artikel Tentang TCP/IP

TCP/IP (singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet.
Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa
kumpulan protokol (protocol suite).
Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi.
Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack.

Protokol TCP/IP dikembangkan pada akhir dekade 1970-an hingga awal 1980-an sebagai sebuah protokol standar untuk menghubungkan komputer-komputer dan jaringan untuk membentuk sebuah jaringan yang luas (WAN).
TCP/IP merupakan sebuah standar jaringan terbuka yang bersifat independen terhadap mekanisme transport jaringan fisik yang digunakan, sehingga dapat digunakan di mana saja.
Protokol ini menggunakan skema pengalamatan yang sederhana yang disebut sebagai alamat IP (IP Address) yang mengizinkan hingga beberapa ratus juta komputer untuk dapat saling berhubungan satu sama lainnya di Internet.
Protokol ini juga bersifat routable yang berarti protokol ini cocok untuk menghubungkan sistem-sistem berbeda (seperti Microsoft Windows dan keluarga UNIX) untuk membentuk jaringan yang heterogen.

Protokol TCP/IP selalu berevolusi seiring dengan waktu, mengingat semakin banyaknya kebutuhan terhadap jaringan komputer dan Internet.
Pengembangan ini dilakukan oleh beberapa badan, seperti halnya Internet Society (ISOC), Internet Architecture Board (IAB), dan Internet Engineering Task Force (IETF).
Macam-macam protokol yang berjalan di atas TCP/IP, skema pengalamatan, dan konsep TCP/IP didefinisikan dalam dokumen yang disebut sebagai Request for Comments (RFC) yang dikeluarkan oleh IETF.

Sumber : http://id.wikipedia.org

Kalender Harga Tiket Pesawat

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | SharePoint Demo